Pengrajin Bambu Indonesia Sukses Raup Rp.40 Juta Sebulan

Pengrajin Bambu Indonesia Sukses Raup Rp.40Juta Sebulan - Thumbnail

Pengrajin Bambu Indonesia Sukses di Indonesia hingga Internasional sebenarnya ada banyak. Tapi tekadang kita tidak melihat hal tersebut dan sehingga kita tidak memiliki sebuah contoh atau role model. Tidak banyak juga media yang memberitakan dan mengangkat mereka. Hal ini membuat banyak salah satu pengrajin bambu sukses seperti kamu tidak bisa mengembangkan bakatnya. Kita perlu mengenal beberapa pengrajin bambu yang sudah sukses untuk menjadikannya inspirasi kita dalam berkarya. Berikut cerita tentang Pengrajin Bambu Indonesia Sukses.

Pengrajin Bambu Indonesia Sukses

Bambu merupakan salah satu bahan yang sering digunakan pengrajin dalam membuat sebuah karya. Bambu juga merupakan salah satu bahan kerajinan yang menjadi pilihan para pengusaha untuk mengembangkan usaha kerajinan. Harry Anugrah Mawardi adalah salah satu pengusaha dan juga pengrajin bambu yang sukses. Amygdala Bamboo adalah nama usaha yang membawanya hingga sukses seperti saat ini.

Amygdala Bamboo

Pengrajin Bambu Indonesia Sukses Raup Rp.40Juta Sebulan Harry Mawardi

Harry adalah lulusan ITB jurusan Desain Produk di Fakultas Seni Rupa dan Desain pada tahun 2009. Dengan kemampuan yang dimilikinya harry merupakan salah satu pengusaha yang mampu meningkatkan nilai jual suatu produk. Hal itu dibuktikan dalam usaha yang dia kerjakan. Dengan modal 15rb untuk membeli bambu, dia mampu membuat kerajinan dengan harga jual hingga 1,5 juta. Hal itu yang membuatnya percaya diri untuk mengembangkan usahanya lebih lanjut. Bersama Utang Mamad yang merupakan pengrajin bambu, Harry mulai megembangkan usaha kerajinan yang ia beri nama Amygdala Bamboo.

Utang Mamad merupakan warga asli kampung Ciloa, Desa Mekarsari, kecamatan Selaawi, kabupaten Garut. Bersamanya Usaha ini mampu meraih omset hingga 15 juta per bulannya. Seperti halnya Mariberkarya, Harry sangat meyakini bahwa Orang Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat besar. Hanya saja mereka memang kurang diberikan kesempatan untuk berkarya lebih banyak. Kurangnya apresiasi dan nilai ekonomi membuat banyak dari mereka memendam bakatnya. Harry juga meyakini bahwa Orang Indonesia pandai dan terampil dalam membuat kerajinan tangan. Oleh karena itu melalui usahanya inilah Harry ingin membuktikan keyakinannya tersebut.


Usaha keras Harry akhirnya berbuah manis. Amygdala Bamboo berhasil memenangkan Anugrah Wirausaha Mandiri 2016. Sebelum itu usahanya juga menerima Anugrah Jawara Wirausaha Sosial Bandung (AJWSB) kategori Startup. Ushanya memenangkan penilaian tentang dampak sosial, modal, keberlanjutan bisnis, dan pasar. Selain karena ingin memberdayakan orang Indonesia, semangatnya untuk mengangkat bambu menjadi komoditas berkelas yang membuatnya sukses. Amygdala Bamboo memiliki omzet Rp30 juta sampai dengan Rp40 juta per bulannya dengan menjual produk dekorasi rumah berbahan dasar bambu. Amygdala Bamboo merupakan bukti bahwa setiap orang bisa menjadi Pengrajin Bambu Indonesia Sukses.

Baca Juga : 10 Kerajinan Tangan dari Bambu

Membuat Kagum Orang Jepang

Suatu hari saat Harry sedang melakukan penelitian, Harry bertemu dengan orang Jepang. Orang Jepang yang ia temui tersebut, menantangnya untuk membuat sarung bantal dari anyaman bambu. Bagi Harry yang memiliki tujuan untuk mengangkat bambu, tantangan ini merupakan hal yang sangat bagus. Ia sangat bersemangat untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Hingga pada suatu hari tantangan tersebut terselesaikan. Hari berhasil menyelesaikan sarung bantal tersebut dan membuat Orang Jepang tersebut kaget. Dia terkejut karena produk yang dihasilkan berbeda dengan produk serupa dari negara lain seperti China, Vietnam, dll. Dia tidak pernah melihat karya seperti yang dibuat oleh Harry dkk.

Mesin VS Manusia

Mesin dan Manusia adalah hal yang membedakan karya Harry dg negara lain. Sebagian besar kerajinan yang dibuat oleh negara lain, dibuat menggunakan mesin. Sedangkan harry dan sebagian besar pengrajin Indonesia mengerjakan kerajinan dengan keterampilan tangan. Memang pembuatan kerajinan dengan menggunakan mesin bisa dilakukan dengan cepat, namun tidak ada unsur manusia di sana. Sedangkan kerajinan tangan yang dibuat oleh tangan manusia, memiliki unsur seni dan feeling manusia.


Mesin hanya bisa mengerjakan satu hal yang sudah diprogramkan. Jika mesin tersebut tidak bisa mengerjakan satu kerajinan, maka dia akan berhenti (tidak bisa bekerja). Sedangkan manusia, dia akan belajar hal baru. Kreativitas tangan yang dimiliki manusia bisa membuat karya baru yang mungkin tidak terpikirkan oleh siapapun. Model kerajinan yang dihasilkan pun bisa berbeda. Manusia bisa membuat beberapa model yang berbeda dengan bahan yang sama. Harry yakin bahwa orang Indonesia memiliki kreativitas yang bisa menghasilkan kerajinan yang berkualitas.

Kehidupan Warga Sekitar

Sebelum Amygdala Bamboo terbentuk, para pengrajin di Kecamatan Selaawi sudah mulai berguguran. Hal ini disebabkan karena nilai jual kerajinan tangan di daerah tersebut tidak menjanjikan. Pesanan yang datang pun juga tidak terlalu banyak. Hal itu membuat buruh pabrik dan mencari kerja di kota kota besar. Harry dan Utang mendirikan usaha Amygdala Bamboo dengan harapan bisa membawa pasar modern ke desa. Sehingga pasar modern tidak hanya akan ada di kota kota besar saja. Dengan adanya pasar modern ini diharapkan bisa mensejahterahkan warga di sekitar.

Harry yakin bahwa kerajinan bambu ini mampu sukses dan berkelanjutan. Pasarnya juga cukup baik karena sekarang banyak masyarakat yang sudah melangkah ke gaya hidup ramah lingkungan. Jadi warga desa sekitar tidak perlu khawatir akan kebutuhan ekonomi. Tidak perlu juga ke kota hanya untuk mencari pekerjaan yang layak. Biarkan mereka para desainer yang tinggal di kota yang juga akan mempromosikan karya kita. Sementara para pengrajin bisa terus tinggal di desa dan melakukan aktivitasnya bersama keluarga.

Kearifan Lokal

Pengrajin Bambu Indonesia Sukses Raup Rp.40Juta Sebulan Amygdala Bamboo Bangkok

Sangat penting bagi para pengrajin untuk tinggal di desa. Bukan karena mereka tidak layak untuk tinggal di kota, tapi agar kelebihan mereka tidak hilang. Harry juga sangat menyayangkan bagi warga desa yang pergi ke kota. Hal itu menyebabkan kearifan lokal mereka perlahan menjadi hilang. Budaya, seni, kreativitas yang unik dari mereka perlahan memudar karena terpengaruh gaya hidup orang kota. Kearifan lokal ini yang sebenarnya merupakan kelebihan kita sebagai orang Indonesia. Dengan berbagai macam budaya, suku, adat, bahasa dan sebagainya. Banyak orang luar negeri yang menyukai Indonesia karena keraifan lokalnya. Harry meyakini bahwa jika kita bisa menjaga kearifan lokal dan budaya kita, maka kita akan bisa sukses bersaing dengan negara lain.


Itulah tadi sedikit cerita tentang Pengrajin Bambu Indonesia Sukses versi Mariberkarya. Sebenarnya masih banyak pengrajin di Indonesia ini yang sukses baik di Lokal maupun Internasional. Semoga ini bisa menjadi salah satu inspirasi buat kamu. Terutama bagi kamu yang punya usaha yang berhubungan dengan kerajinan bambu.

Baca Juga : Rahasia Sukses Dea Valencia Owner Batik Kultur

Untuk mengetahui produk-produk kerajinan tangan lainnya klik link : Mariberkarya.
Kami Percaya bahwa Orang Indonesia Memiliki Kreativitas untuk Membuat Karya yang Berkualitas.
Tetap Belajar, Terus Berkarya dan Selalu Bersinergi.
Mariberkarya, Ini Karya Kita.

Follow Instagram Kami :
@mariberkaryaid   @karyaguebanget   @msaifulumam

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas