Kerajinan Tangan Siswa SLB Trenggalek yang Unik dan Bernilai Ekonomi

Kerajinan Tangan Siswa SLB Trenggalek yang Unik dan Bernilai Ekonomi – Keterbatasan bukan merupakan penghalang seseorang untuk berkarya. Mereka yang memiliki disabilitas bukan berarti mereka tidak bisa melakukan apa apa. Hal ini dibuktikan oleh para kaum disabilitas yang ada di SMALB Kemala Bhayangkari Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Mereka ternyata mahir membuat kerajinan tangan (handicraft) yang unik dan memiliki nilai ekonomi. Banyak bentuk kerajinan tangan siswa SLB di trenggalek ini, salah satunya adalah dengan memanfaatkan sampah yang disulap menjadi aneka barang-barang unik yang cantik yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Salah satu hasil karyanya adalah sandal hias. Mereka menghiasi sandal jepit spon menggunakan kain perca, bunga kain atau menempelkan hiasan lain. Hasilnya bentuk sandal jepit yang semula biasa saja menjadi lebih cantik dan menarik serta bernilai ekonomi tinggi.

Saat ini produk hasil karya siswa SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek ini hanya dipasarkan kepada wali murid dan masyarakat setempat. Meski begitu, karya produk pelajar SMALB ini terbukti mampu menarik perhatian konsumen dari berbagai kalangan untuk membelinya.

Kerajinan Tangan Siswa SLB di Yayasan Disabilitas Naema

Di Trenggalek juga ada rumah industri kreatif yang diberi nama Yayasan Disabilitas Naema. Yayasan ini berlokasi di Jl. Setiabudi, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek. Saat ini ada sekitar 51 penyandang cacat, seperti tuna netra, tuna rungu, tuna grahita dan tuna daksa yang berkreasi di sana. Selain kerajinan tangan, Yayasan Disabilitas Naema juga memiliki bidang usaha lain seperti katering, menjahit, bordir, jasa pembuatan mahar pengantin , sablon, pijat, konter pulsa, percetakan aneka undangan, dll. Info lengkapnya bisa dilihat di website http://yayasannaeema.com/.

Kerajinan Tangan Siswa SLB Trenggalek yang Unik dan Bernilai Ekonomi
Kerajinan Tangan Siswa SLB Trenggalek yang Unik dan Bernilai Ekonomi

Tarya Ningsih adalah orang dibalik semua ini. Beliau merupakan ketua Yayasan Disabilitas Naema. Tarya memulai karir sebagai guru di SLB Kemala Bhayangkara, Trenggalek. Tarya terinspirasi dari siswanya sehingga membuka aneka usaha tersebut yang khusus untuk menampung para lulusan SLB, SMPLB dan SMALB yang kebanyakan menganggur setelah lulus.

Kerajinan Tangan Siswa SLB Trenggalek ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang seseorang untuk berkarya

Baca Juga : Kerajinan Miniatur Menara Kudus Tembus Pasar Luar

Kami Percaya bahwa Orang Indonesia Memiliki Kreativitas untuk Membuat Karya yang Berkualitas.

Tetap Belajar, Terus Berkarya dan Selalu Bersinergi.

Mariberkarya, Ini Karya Kita

Berbagi Itu Indah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas