Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor – Kerajinan tangan merupakan hal yang bisa dipelajari oleh siapa saja dan dimana saja asal ada keinginan. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk berkarya. Tidak terkecuali warga binaan sekalipun. Mereka juga bisa mempelajari dan membuat hasil karya kerajinan mereka sendiri. Seperti di Lapas Banyuwangi Jawa Timur, warga binaan diajarkan untuk membuat sebuah karya yang berguna dan memiliki nilai ekonomi.

Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

Siapa sangka bahwa hasil kerajinan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi bisa menghasilkan karya berupa kerajinan dari kayu yang memiliki nilai jual tinggi hingga ke mancanegara. Berbagai macam kerajinan mereka diantaranya piring, mangkuk, sendok, tempat nasi dan peralatan kuliner lainnya yang semua berbahan dasar kayu. Kayu yang digunakan adalah kayu trembesi, kayu jati, dan kayu asam. Kayu-kayu tersebut sebagian besar merupakan kayu bekas yang disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomis.

Kepala Lapas Banyuwangi, Harimin mengatakan bahwa produk-produk hasil kerajinan warga binaan Lapas Banyuwangi tersebut telah diekspor ke Jepang secara rutin tiap 1 bulan sekali ke Jepang. Pada hari selasa tanggal 7 Maret 2017 kemarin, ada sekitar 75 ribu unit produk-produk kerajinan yang dikirim menuju Korea Selatan menggunakan kontainer. Ekspor pertama hasil kerajinan warga binaan Lapas Banyuwangi itu dilepas Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kemenkum-HAM Jawa Timur, Pak Harun Suliyanto. Beliau mengatakan dari  477 lapas di Indonesia, hanya ada 10 lapas yang hasil kerajinannya tembus hingga pasar luar negeri. Di Jawa Timur hanya dua lapas  yang mengekspor kerajinannya ke luar negeri, yakni Lapas Porong dan Lapas Banyuwangi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Bapak Yusuf Widyatmoko mengatakan hasil kerajinan warga binaan Lapas Banyuwangi ini membuktikan bahwa sebenarnya mereka memiliki nilai positif disamping image negatif yang telah beredar di masyarakat. Beliau mengaku bangga dengan hasil kerajinan warga binaan Lapas Banyuwangi itu. Dengan ekspor yang dilakukan itu, membuktikan  bahwa hasil karya warga binaan memang tidak bisa dipandang  sebelah mata. Dalam kesempatan   itu wabup secara simbolis  membuka program kursus bahasa Inggris yang diberikan kepada  warga binaan dan petugas lapas.

Setiap orang bisa membuat karya bagus dan berkualitas asal ada minat untuk mempelajari dan mencoba. Kami percaya bahwa orang Indonesia memiliki kreatifitas untuk membuat karya yang berkualitas.

 

Baca Juga : Kerajinan Miniatur Menara Kudus Tembus Pasar Luar

 

Kami Percaya bahwa Orang Indonesia Memiliki Kreativitas untuk Membuat Karya yang Berkualitas.

Tetap Belajar, Terus Berkarya dan Selalu Bersinergi.

Mariberkarya, Ini Karya Kita.

Berbagi itu Indah

Related posts

Leave a Comment